Commodity Channel Index (CCI)

Commodity Channel Index (CCI)

Commodity Channel Index pada dasarnya membandingkan posisi relatif level harga saat ini dengan rata-rata harga dalam suatu periode waktu tertentu. CCI akan cukup tinggi ketika harga berada jauh di atas rata-rata-nya, dan akan cukup rendah ketika harga berada jauh di bawah rata-rata.

Gambar di atas memperlihatkan indikator CCI yang terdapat pada grafik di mana ada tiga komponen penting yang harus Anda pahami, yaitu:

  • Garis CCI
  • Area overbought (jenuh beli)
  • Area oversold (jenuh jual)

Sederhananya, ketika garis CCI mengarah ke atas, pasar sedang dalam keadaan bullish (harga sedang naik). Sebaliknya, ketika garis CCI mengarah ke bawah artinya pasar sedang dalam keadaan bearish (harga sedang turun). Semakin curam kemiringan garis CCI maka tekanan bullish atau bearish pun akan semakin kuat.

Area Overbought dan Oversold

CCI dapat digunakan untuk mengidentifikasi level overbought dan oversold guna mengetahui waktu terjadinya pembalikan harga. Dalam hal ini, CCI dapat dipakai dalam analisa forex bersama indikator teknikal tipe Oscillator lainnya untuk memantau potensi level harga tertinggi dan terendah, sehingga memberikan petunjuk tentang perubahan harga yang mungkin terjadi di masa depan.

Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, overbought artinya adalah jenuh beli. Ketika CCI masuk ke area overbought maka dapat diperkirakan harga sudah terlalu tinggi sehingga ada kemungkinan harga akan mengalami penurunan. Pada CCI, area overbought ini berada di atas level 100 dan akan terkonfirmasi sebagai sinyal sell.

Berbeda dengan overbought, oversold artinya adalah jenuh jual. Jadi, ketika CCI masuk ke area oversold dapat diperkirakan harga pada saat itu sudah cukup rendah sehingga ada kemungkinan harga akan naik. Pada CCI, area oversold ini berada di bawah level -100 dan akan terkonfirmasi sebagai sinyal buy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *