Bappebti Blokir Robot Trading Net89

Bappebti Blokir Robot Trading Net89

Bappebti telah memblokir 336 robot trading termasuk Net89. Robot trading Net89 sendiri dikabarkan widrawal melalui empat broker.

Bappebti telah memblokir 336 robot trading termasuk Net89. Robot trading Net89 sendiri dikabarkan widrawal melalui empat broker. Ilustrasi. (Diolah dari Istockphoto/ipopba).

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi ( Bappebti ) Kementerian Perdagangan ( Kemendag ) telah memblokir 336 robot trading termasuk Net89.

Robot trading Net89 sendiri dikabarkan widrawal atau member dapat mencairkan kembali dananya melalui empat broker. Yakni Max Global Fx (MG), Zen Trade (ZT), Global Premier (GP) dan Bethel Aster (BTA). Keempat broker tersebut juga merupakan broker internasional yang tidak memiliki badan hukum di Indonesia.

Plt Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana mengatakan sepanjang 2021, Bappebti bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika
telah memblokir 1.222 domain situs website perdagangan berjangka komoditi tanpa izin dan judi berkedok trading.

Lihat Juga :

Dari ribuan website tersebut, terdapat 92 domain opsi biner yang diblokir seperti Binomo, IQ Option,Olymptrade, Quotex serta platform lain sejenisnya. Selain Net89, Bappebti juga memblokir 335 robot trading lainnya seperti Auto Trade Gold, Viral Blast, Raibot Look, DNA Pro, EA 50, Sparta, Fin888, Fsp Akademi Pro serta perusahaan lain yang sejenis.

Wisnu mengatakan penawaran investasi forex dengan dalih melakukan penjualan robot trading sedang marak. Masyarakat dijanjikan keuntungan konsisten dan pembagian keuntungan dengan penjual robot trading. Bagi anggota yang dapat merekrut anggota baru untuk bergabung, juga dijanjikan akan mendapat bonus, berupa bonus sponsorship.

"Entitas-entitas tersebut menggalang dana masyarakat melalui paket-paket investasi dengan menggandeng pialang berjangka luar negeri yang tentunya tidak memiliki izin usaha sebagai pialang berjangka dari Bappebti," kata dia seperti dikutip dari keterangan resmi, Selasa (15/2).

Dalam kegiatan ini, para pelaku diduga melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 10 tahun 2011 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1997 Tentang Perdagangan Berjangka Komoditi serta diduga menyalahgunakan legalitas Surat Izin Usaha Penjualan Langsung (SIUPL) yang diterbitkan Kemendag.

SIUPL sendiri merupakan izin usaha melakukan kegiatan usaha penjualan langsung meliputi penjualan barang tertentu melalui jaringan pemasaran yang dikembangkan penjual.

Kegiatan usaha bekerja atas dasar komisi dan/atau bonus berdasarkan hasil penjualan kepada konsumen di luar lokasi eceran.

Barang yang termasuk produk komoditi berjangka sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan dan/atau jasa dilarang dipasarkan melalui sistem penjualan langsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *