Panduan Keuangan — Apa itu Forex, Foreign Exchange Rate, Biaya, Faktor, dll.

Panduan Keuangan — Apa itu Forex, Foreign Exchange Rate, Biaya, Faktor, dll.

Semua Hal tentang Foreign Exchange (Forex) Ada Disini!

Apa itu Forex?

Forex adalah singkatan dari foreign exchange atau sering kita kenal dengan valuta asing (Valas). Foreign exchange mengacu pada perdagangan mata uang asing yang terjadi karena adanya kebutuhan mata uang asing dari masyarakat, seperti:

Untuk kebutuhan liburan ke luar negeri.

Membeli barang-barang dari luar negeri

Kegiatan usaha, dll.

Sebuah contoh dari perdagangan forex adalah membeli Euro (mata uang utama Eropa), sementara secara bersamaan menjual USD (mata uang Amerika), bisa disingkat EUR/USD. Namun sampai sekarang masih banyak yang salah mengartikan forex dengan money changer. Padahal, trading forex berbeda dengan transaksi manual seperti di money changer. Oleh karena itu, pada artikel ini akan dibahas secara lengkap tentang forex (foreign exchange) mulai dari foreign exchange rate, perhitungan dan faktornya.

Biaya Forex (Forex fee)

Forex atau foreign exchange dapat terjadi ketika Anda melakukan transaksi dengan menggunakan kartu kredit di luar negeri. Pada kondisi tersebut, bank penerbit akan mengenakan beberapa biaya tambahan terkait transaksi tersebut. Forex fee ini adalah salah satu pendapatan terbesar bagi banyak bank, bahkan hampir mendekati biaya iuran tahunan kartu kredit. Adapun prosedur terkait biaya forex (forex fee) yang dibebankan kepada nasabah, antara lain:

Penerbit kartu kredit (VISA / MasterCard / Amex / JCB / dll) akan menggunakan foreign exchange rate yang berlaku pada saat tanggal transaksi, dan menyerahkan kepada pihak bank pada saat settlement

Saat settlement, pihak bank akan mengenakan biaya tambahan (ini yang dinamakan Forex fee) kepada pemegang kartu

Semua proses tersebut berlangsung sekitar 1 – 3 hari kerja.

Besar atau tidaknya biaya tersebut tidak sama untuk semua bank, setiap bank memiliki kebijakan akan forex fee dan foreign exchange fee yang berbeda-beda. Di Indonesia sendiri, kisaran nya sekitar 0,9% hingga 5%. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan forex fee untuk setiap nasabah, antara lain:

Tipe kartu
Tipe kartu dapat menentukan tinggi atau rendahnya forex fee yang Anda dapatkan. Misalnya untuk nasabah pemegang kartu kredit Visa Platinum tentu mempunyai forex fee yang berbeda dengan nasabah pemegang kartu kredit Visa Classic. Umumnya, jenis kartu kredit level atas seperti MasterCard World Card atau Visa Infinite, akan memiliki charge yang lebih rendah.

Negara
Selain tipe kartu, tinggi rendahnya foreign exchange fee dapat ditentukan oleh negaranya misalnya bank penerbit ingin membuat kampanye taktikal seperti pada musim Umroh atau di kota-kota destinasi liburan pada akhir tahun. Sehingga hal itu akan membuat forex fee yang Anda dapatkan lebih besar dibandingkan di negara lain.

Seasonal
Forex fee juga bisa berubah pada periode-periode tertentu. Umumnya, bank penerbit akan menetapkan forex fee yang lebih tinggi pada musim liburan untuk meraih keuntungan lebih tinggi.

Faktor yang Menentukan Perubahan Foreign Exchange Rate

Jika sebelumnya kita membahas faktor apa saja yang menentukan perbedaan forex fee yang dibebankan ke nasabah. Pada poin ini akan membahas faktor yang menentukan perubahan foreign exchange rate keseluruhan.

Banyak faktor yang berpotensi mempengaruhi foreign exchange rate. Faktor-faktor tersebut meliputi kondisi ekonomi, politik, dan bahkan psikologis. Faktor ekonomi mengacu pada kebijakan ekonomi pemerintah, neraca perdagangan, inflasi, dan prospek pertumbuhan ekonomi.

Kondisi politik juga memberikan dampak signifikan pada forex exchange rate, seperti ketidakstabilan politik dan konflik politik dapat berdampak negatif pada kekuatan mata uang. Psikologi peserta pasar valas juga dapat mempengaruhi foreign exchange rate.

Pasar Foreign Exchange (Foreign Exchange Market)

Pasar Foreign Exchange atau foreign exchange market adalah pasar di mana semua perdagangan pertukaran mata uang terjadi. Perdagangan ini tidak harus dalam bentuk uang kertas, tapi dapat berupa sekuritas. Adanya perbedaan foreign exchange rate antara negara dan adanya kebutuhan terhadap mata uang negara lain dapat terakomodasi dengan adanya foreign exchange market. Foreign exchange market dapat dibedakan menjadi dua kategori, yaitu client market dan pasar antar bank, atau interbank market. Dalam client market, bank bertransaksi langsung dengan nasabahnya. Nasabah bank adalah pemerintah, Bank Sentral, eksportir, importir, lembaga keuangan yang tidak memiliki akses ke pasar antar bank.

Mata Uang Asing atau Mata Uang Lokal?

Lalu, jika kita berada pada foreign exchange market dan bertransaksi luar negeri, mata uang mana yang harus dipilih antara Rupiah atau mata uang lokal?

Jawabannya adalah mata uang lokal. Banyak orang yang salah persepsi bila memilih mata uang Rupiah, mereka akan membayar lebih murah (nyatanya mereka membayar 1-2% lebih tinggi untuk biaya konversi, dan biaya tersebut diluar Forex fee.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *