Daftar Penyebab Utama Kegagalan Trader Forex

Daftar Penyebab Utama Kegagalan Trader Forex

Memang pasar forex merupakan pasar keuangan terbesar dan termudah dalam aksesnya. Walaupun ada banyak trader / investor forex, tidaj semuanya meraih kesuksesan. Banyak trader yang mengalami kegagalan dalam perdagangan forex. Apa penyebabnya?

Beberapa faktor kesalahan “berisiko rendah” yang seringkali disangkal oleh trader, seperti penggunaan margin relatif kecil dari yang dibutuhkan dan jumlah leverage yang luar biasa.

Faktor-faktor khusus menyebabkan beberapa trader berharap imbal hasil perdagangan yang jauh lebih besar dari yang ditawarkan oleh pasar secara konsisten.

Perangkap Umum dalam Perdagangan Forex

Daftar Penyebab Utama Kegagalan Trader Forex

Kesalahan-kesalahan tertentu bisa membuat seorang trader tidak dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Berikut ini daftar teratas penyebab seorang trader forex mengalami kegagalan.

Salah satu kesalahan terbesar yang dilakukan trader adalah emosi yang dibiarkan tanpa kontrol sehingga mengganggu keputusan trading. Trader forex yang sukses berarti dapat mencapai kemenangan besar, dengan menderita kerugian yang lebih kecil.

Mengalami kerugian secara terus-menerus dapat sulit untuk dikontrol secara emosi dan bisa mengetes kepercayaan diri serta kesabaran trader tersebut. Trader yang mencoba mengalahkan pasar atau menyerah pada rasa takut serta keserakahan, bisa menggagalkan kemenangan dan perdagangan menjadi tidak terkendali.

Lalu, bagaimana caranya menaklukkan emosi dalam trading? Hal ini dapat dilakukan dengan membuat rencana trading yang dibuat dengan baik. Rencana perdagangan tersebut dapat berhasil jika didukung disiplin untuk menerapkannya.

Salah satu aspek penting jika ingin sukses dalam trading forex, langkah pertamanya adalah membuat dan mengikuti rencana trading yang sudah dibuat. Tidak merencanakan perdagangan, maka selangkah lagi menuju kegagalan.

Semua trader sukses bekerja dengan baik, yang memiliki rencana trading terdokumentasi. Rencana perdagangan tersebut mencakup aturan tentang manajemen risiko dan penentuan ROI.

Memiliki dan mengikuti rencana perdagangan strategis, membantu seorang trader terhindar dari perangkap umum dalam trading forex.

Rencana perdagangan harus dibuat sebelum pasar forex dimulai. Beberapa tindakan yang secara signifikan dapat mengurangi risiko kerugian besar tak terduga, seperti analisis skenario, perencanaan pergerakan, dan tindakan respon atas setiap kondisi pasar.

Pasar forex yang dinamis dapat menghadirkan peluang dan juga risiko di sisi lainnya. Tidak ada sistem yang sangat ampuh untuk dapat bertahan lama di semua kondisi pasar.

Semua trader tersukses selalu beradaptasi dengan setiap perubahan pasar dan juga mengubah strategi perdagangannya dalam rangka penyesuaian. Trader sukses selalu merencanakan peristiwa dengan probabilitas rendah dan jarang sekali terkejut jika itu terjadi.

Melalui proses belajar dan adaptasi, trader sukses selalu berada di depan dan menemukan cara-cara baru dan kreatif dalam menghasilkan profit di pasar forex yang dinamis.

Ya, cara termahal untuk belajar trading forex adalah melalui trial & error. Menemukan strategi perdagangan dengan belajar dari kesalahan, bukan cara efisien untuk trading di pasar apa pun.

Pasar forex berbeda dengan pasar ekuitas sehingga trader baru mempertahankan akunnya dari kerugian besar sangat minim. Cara terefisien untuk menjadi trader sukses adalah mengakses pengalaman trading dari trader yang sudah sukses terlebih dahulu.

Hal ini dapat dilakukan dengan pendidikan / kursus trading forex atau menjalin relasi mentoring dengan trader sukses lainnya. Cara terbaik untuk menyempurnakan keterampilan trading adalah dengan mengikuti jejak trading para trader sukses, ditambah dengan jam latihan sendiri.

Perlu diingat bahwa forex trading bukanlah skema cepat kaya. Mahir dalam mengakumulasi profit, bukan berarti cepat menjadi kaya. Dibutuhkan upaya yang berulang agar sukses dengan menguasai strategi perdagangan yang digunakan.

Mencoba memaksa pasar untuk mendapatkan imbal hasil yang abnormal, menjadikan trader bertaruh dengan modalnya lebih besar, daripada berpotensi mendapatkan keuntungan.

  • #6 Manajemen Risiko dan Uang Buruk

Trader sebaiknya berfokus lebih besar pada manajemen risiko, seperti yang dilakukan dengan pengembangan strategi perdagangan. Trader gagal akan trading tanpa perlindungan dan tidak menggunakan stop-loss.

Trader sukses mengetahui dengan pasti seberapa besar modal yang diinvestasikan untuk risiko, dan puas jika hal tersebut sebanding dengan benefit yang diharapkan.

Saat akun trading sudah mulai berkembang, menjaga modal jauh lebih penting. Trader sukses akan melakukan diversifikasi antara strategi perdagangan dan pasangan mata uang yang sesuai dengan ukurannya.

Trader yang sukses akan mengkategorikan akunnya menjadi segmen berdasarkan risiko dan pengembalian yang terpisah. Sebagian kecil dari akunnya digunakan untuk perdagangan berisiko tinggi, dan sebagian besar lainnya diperdagangkan secara konservatif.

Silahkan beri rating artikel ini:

(5 votes, average: 3,80 out of 5)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *