Kombinasi antara teknikal dan fundamental

Kombinasi antara teknikal dan fundamental

Dua analisa saham utama adalah ANALISIS TEKNIKAL dan ANALISIS FUNDAMENTAL. Analisis teknikal mempelajari grafik, indikator, candlestick yang digunakan untuk menganalisa saham jangka pendek.

Jadi analisis teknikal biasanya sering digunakan oleh trader saham jangka pendek. Sedangkan analisis fundamental mempelajari analisa laporan keuangan, valuasi saham, sektor dan bisnis perusahaan, kondisi ekonomi makro.

Analisis fundamental lebih sering digunakan oleh investor saham jangka panjang yang ingin menyimpan saham dalam waktu lama (diatas 6 bulan), sehingga investor harus mendalami analisa kinerja perusahaan melalui analisis fundamental.

Namun dalam praktikknya, kita seringkali membutuhkan keduanya. Walaupun trader lebih banyak menggunakan analisa teknikal, tapi tidak menutup kemungkinan trader juga membutuhkan analisa fundamental.

Secara kita sadari atau tidak, pergerakan market juga tercermin dari analisa fundamental. Besar sedikitnya minat market terhadap suatu saham juga dipengaruhi dari seberapa bagus ketahanan perusahaan (fundamental) dalam jangka panjang.

Demikian juga dengan investor saham. Walaupun anda menguasai analisa fundamental sehebat apapun, anda tetap saja harus bisa membaca grafik kan? Grafik saham juga dapat menggambarkan tren-tren saham yang bagus untuk jangka panjang.

Jadi ketika kita bicara tentang beli jual saham, sebenarnya kita tidak akan lepas dari grafik, maupun analisa fundamental makro yang bisa memberikan dampak ke mayoritas saham juga.

Artinya, kalau anda trading jangan anti dengan analisis fundamental. Dan kalau anda investasi, jangan anti dengan analisis teknikal. Kedua analisa ini sebenarnya bisa saling melengkapi.

Seringkali kita melihat banyak perbedatan antara teknikalis (trader) dengan investor saham, di mana trader meng-klaim bahwa analisa teknikal itu yang paling bagus dibandingkan analisa fundamental.

Sebaliknya, fundamentalist juga mengakui bahwa beli saham itu harus berdasarkan kinerja (fundamental), kalau hanya lihat grafik seperti gambling.

Namun dalam praktikknya, memang kita tidak bisa pisahkan keduanya. Jadi k enapa tidak kita kombinasikan saja keduanya?

Analisa fundamental dapat digunakan sebagai analisa pelengkap buat trader. Demikian juga dengan analisis teknikal untuk investor saham.

Sebagai trader, anda tetap menggunakan analisis teknikal (Charting) sebagai dasar utama anda untuk analisa saham. Pelajari juga praktik2 analisis teknikal dan strategi trading disini: Buku Saham Full Praktik Trading.

Namun analisa fundamental bisa anda gunakan sebagai pelengkap. Analisa teknikal bertujuan untuk melihat momentum trading yang baik. Sedangkan analisa fundamental bertujuan untuk menyeleksi saham-saham yang kinerja-nya baik.

Karena saham2 yang punya kinerja baik, harga sahamnya juga lebih likuid, atraktif dan menarik secara teknikal. Jadi, analisa teknikal secara tidak langsung juga memiliki hubungan dengan analisis fundamental. Sebagai trader, setidaknya anda perlu pahami beberapa analisis fundamental sederhana berikut:

  • Membaca dan analisa laporan keuangan
  • Valuasi saham
  • Memahami sektor bisnis perusahaan
  • Fundamental makro

Itulah analisa2 fundamental sebagai analisa pelengkap untuk trader. Perusahaan yang kinerjanya baik, sektor bisnisnya jelas, maka sahamnya biasanya akan jauh lebih likuid ketimbang perusahaan yang kinerjanya kurang baik dan market cap-nya kecil.

Valuasi saham juga bertujuan untuk "cross cek" dengan analisa chart. Saham2 yang secara valuasi mahal dan grafiknya juga sudah tinggi, biasanya SANGAT RAWAN turun.

Investor saham menggunakan analisa fundamental untuk melihat saham2 prospek jangka panjang. Pelajari juga: Ebook Analisis Fundamental Saham Pemula - Expert.

Analisis teknikal juga bisa menjadi pelengkap untuk investor. Memang sebagai investor, anda nggak perlu melihat candlestick pattern, chart pattern, indikator2 oscillator, karena itu sifatnya untuk trading jangka pendek.

  • Analisa tren saham (terutama tren jangka panjang)
  • Support resisten (setidaknya selama chart diatas 1 tahun)
  • Pola dan likuiditas saham

Analisa tren, historis harga saham akan membantu anda untuk melihat apakah secara historis saham tersebut sudah murah dan sebelumnya memiliki pola2 uptrend, di mana kalau saham lagi murah, maka pola uptrend ini bisa terulang di kemudian hari.

Analisa tren bisa anda pelajari juga melalui: Moving Average Praktis. Pola dan likuiditas saham terkadang juga penting untuk investor, karena terkadang kita menemukan perusahaan yang laporan keuangannya bagus tapi sahamnya sama sekali nggak likuid.

Sebagai investor, hal ini berguna untuk diversifikasi modal. Anda mungkin bisa pertimbangkan untuk tidak terlalu banyak memsukkan modal pada saham2 yang tidak likuid walaupun fundamentalnya bagus.

Jadi analisa teknikal, analisa tren juga berguna sebagai analisa pelengkap. Karena biar bagaimanapun, kalau anda mau investasi apalagi nabung saham bertahap, anda harus memahami analisa harga sahamnya, yang bisa dilihat melalui chart.

Itulah kombinasi analisis teknikal dan fundamental saham. Keduanya saling melengkapi, dan berguna untuk trader maupun investor. SALAM PROFIT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *